Supaya pinter sama supaya dibilang pinter tu bedanya kaya langit dan bumi yah, walaupun secara kasat mata pembedanya cuma kata "dibilang".
Satu hal yang gatel banget pengen aku beberin tu prosesnya. Iyo, prosesnya. Proses menuju pinter sama proses biar dibilang pinter. Proses-proses ini loh yang bikin gemes mengarah ke emosi.
Kaya gini nih misalnya:
Ada orang baca buku karena emang dia suka. Baca karena dia menemukan sensasi istimewa waktu plastik dibuka dan aroma tiap-tiap halaman buku menguar di udara. Baca karena nggak tau mau ngapain lagi kalau nggak ada kerjaan kecuali ya baca buku karena udah jadi kebiasaan. Baca karena kalau nggak baca bisa nggak bisa (hayah!) garap soal ujian. Baca karena haus pengetahuan baru. Baca karena nggak bisa tidur kalau belum melakukan ritual baca sesuatu. Baca karena kalau nggak terus-terusan baca jadi gampang lupa. Baca karena dibayar harus baca. *dst.
Ada juga orang yang baca cuma karena
Eh, mana ada ya baca kok cuma. Apapun alasannya kalau ujung-ujungnya bisa bikin seseorang baca kan bagus ya?
Kok aku begitu banget ya tadi mikirnya. Ckckck...
Maaf ya rekan-rekan sejawat.
*postingannya mau dihapus tapi kok sayang. hehe*
No comments:
Post a Comment