Kepindahanku ke kota ini rupanya harus dibayar (salah satunya) dengan kehidupan di dalam kotak kaca.
Iya, kotak kaca.
Ada 2 kotak kaca.
Kotak kaca yang sangat besar dan kotak kaca yang sangat kecil.
Si kotak kaca besar mengakibatkan kebosanan. Si kotak kaca kecil mengakibatkan ketidakpedulian. Keduanya mengakibatkan kematian. Kematian akan rasa dan asa.
Aku masuk ke kotak kaca besar dengan semangat suka rela. Atas azaz kebutuhan. Sebagian besar hal yang menyenangkan kutepiskan, demi bisa menghabiskan waktu dikurung dalam kotak yang luar biasa besar ini. Hanya ada satu jendela di dalamnya. Tepat di kedua mataku. Aku bisa melanglang buana dari sana. Ya, hanya aku. Bukan kami, apalagi kita.
Berbeda dengan kotak kaca kecil, aku masuk di dalamnya tanpa terasa. Beberapa waktu yang lalu kotak ini tak sekecil kini. Tapi sekarang semuanya merapat, membuatku mau tak mau hanya bisa meninggalkan diriku seorang diri saja di dalamnya. Memaksaku untuk menutup telinga, dan memejamkan mata. Karena mereka pun melakukan hal yang sama.
Kedua kotak kaca merengkuhku. Memaksaku tak beranjak, membuatku tak bergerak.
No comments:
Post a Comment