Friday, March 29, 2013

Hujan dan Mengingatmu

Aku berada di kota dimana kita pertama jumpa.
Petang ini hujan dan aku duduk sambil mendengarkan lagu lama.
Memutar kenangan yang sudah berdebu di ingatan.

Sepotong senja, lagu yang sama, kenangan lama. Semua tentang orang yang pernah menyakitiku, menyayangiku, melindungiku dan kini menjadi suamiku.

Wednesday, March 27, 2013

menyapa diary dengan penuh basa basi

aku hampir saja melewatkan hari ini tanpa menulis di sini.
tapi kalau ikrar yang dibangun oleh diri sendiri saja tak mampu dijalani apa kata dunia nanti (ternagabonar).

tapi sungguh tak bisa dipaksakan.
hari ini aku sungguh lelah dan merasa lemah.

kita lanjutkan saja esok hari.

Tuesday, March 26, 2013

i do love my job. do you?

Jangan pernah lah ya mengecilkan peran sekecil apapun dari pekerjaan seseorang.

Walaupun sesederhana bilang " elah, kamu kan cuma ngerjain gitu doang".

Gitu doang gundulmu!
Emangnya kalo yang menurutmu pekerjan gituan doang bisa gitu kamu kerjain?

Kadang suka sedih denger orang lain yang merasa pekerjaan dia itu lebih super.
Super keren, super sibuk, super asyik, super susah dan super-super lain.
Ujung-ujungnya mengecilkan peran orang lain.

Pwuih!

Aku cinta pekerjaanku.
Aku menganggap pekerjaanku istimewa.
Tentu saja seistimewa pekerjaanmu, pekerjaannya dan pekerjaan mereka.

Tapi ga perlu lah ya menganggap pekerjaan yang kita cintai ini pekerjaan yang paling terberkati di seluruh negeri.
Sampai-sampai melihat pekerjaan lain menjadi pekerjaan yang gitu doang.
Sekali lagi deh, gitu doang gundulmu!

Monday, March 25, 2013

Rekan (tidak selalu) Sama dengan Kawan

Aku agak, kalau gak mau denger aku ngomong sangat, heran dengan orang-orang yang menganggap rekan kerjanya hanyalah sebatas rekan kala bekerja. Bukan teman bekerja, apalagi teman tanpa embel-embel kerja.

Emangnya nyaman ya bekerja tidak dengan teman?
Padahal waktu yang dihabiskan bersama bisa nyaris seharian.

Tanya kabar tak lebih dari basa-basi.Ya seperti sebagaimana rumus baku basa-basi berlaku, pasti basilah.
Jangankan mengharap empati. Bersimpati saja kadang datangnya tak dari hati.
Senyum semanis madu sudah barang tentu mode default yang dipasang jika ada suatu kepentingan.

Sungguh terlalu...

Semoga rekan yang juga teman di tempat bekerjaku tidak begitu.
Kalau yang sudah terjangkit perilaku seperti itu yah semoga tidak menular kepada yang lain. Syukur-syukur kalau bisa berkawan atas dasar hati yang rela (udah kaya PPKn belom?). Eymin.

Sunday, March 24, 2013

Short Hair is My Mid Name

Beneran deh!
Dari bayi sampe udah punya bayi aku selalu berambut pendek.
Waktu SMA pernah agak panjang rambutnya, sebahu lewat dikit. Itu gara-gara masih labil jadi ikutan trend rambut panjang poni lempar. Jadi cheerleader (yes, waktu itu aku anak cheers. yang bagian dilempar-lempar itu tuuh... )juga bikin punya rambut agak panjang dikit itu sedikit wajib karena harus seragam dikuncir-kuncir. Hal paling positif dari rambut model itu adalah dibilang mirip Cathy Sharon (mihihi). Tapi hal negatifnya, rambutnya rontok dan muka jauh keliatan lebih kuyu dan kurus.
Waktu mau nikah juga sempet manjangin rambut. Ya lagi-lagi juga cuma sebahu sih, tapi tetep itu kan terhitung prestasi (iyain ajalah ya). Abis nikah langsung dibondol lagi. Syumuk!
Kalau liat-liat foto juga kayaknya aku bagusan rambut pendek ya?
Apa mungkin karena lebih nyaman jadi juga lebih pede?
Kalau pede kita juga jadi keliatan lebih cakep bukan?
Hmm, lebih penasaran ngriting rambut sih daripada manjangin rambut.

Saturday, March 23, 2013

Fashion for Statement

Sudah bisa dipastikan aku adalah orang yang jauh dari kata fashionable (walaupun sudah berusaha). Satu dua orang memang kerap memberikan pujian untuk cara berpakaianku yang (katanya) unik. Walaupun bukan itu tujuanku.

Untuk aku, fashion item yang kita pilih untuk kita gunakan adalah bagaimana kita ingin merepresentasikan diri kita. Itu mungkin sebabnya aku seringkali tidak terlalu peduli akan komentar orang di sekitarku atas pilihan-pilihan penampilan yang kukenakan. Kalau aku terlalu memusingkan apa kata orang, berarti apa yang aku kenakan bukan citra diriku yang sesungguhnya.

Aku mematutkan penampilan bukan untuk memanjakan matamu, mata kalian. Aku sibuk berdandan untuk kepentingan diriku sendiri. Memuaskan mata dan jiwaku sendiri. Aku terlalu egois untuk diajari dan dikomentari tentang penampilan. Aku akan mendengarkan, tapi selebihnya aku tak akan pedulikan.

Fashion adalah satu hal yang terlalu mengasyikan untuk dipatuhi dan dituruti. Selera fashionku tak sama denganmu, tak lebih bagus darimu. Tapi itulah diriku yang sejujurnya.

My style is depend on my mood. My taste of fashion maybe for you is horrible. But i do love it.

Friday, March 22, 2013

Kotak Kaca

Kepindahanku ke kota ini rupanya harus dibayar (salah satunya) dengan kehidupan di dalam kotak kaca.

Iya, kotak kaca.
Ada 2 kotak kaca.
Kotak kaca yang sangat besar dan kotak kaca yang sangat kecil.

Si kotak kaca besar mengakibatkan kebosanan. Si kotak kaca kecil mengakibatkan ketidakpedulian. Keduanya mengakibatkan kematian. Kematian akan rasa dan asa.

Aku masuk ke kotak kaca besar dengan semangat suka rela. Atas azaz kebutuhan. Sebagian besar hal yang menyenangkan kutepiskan, demi bisa menghabiskan waktu dikurung dalam kotak yang luar biasa besar ini. Hanya ada satu jendela di dalamnya. Tepat di kedua mataku. Aku bisa melanglang buana dari sana. Ya, hanya aku. Bukan kami, apalagi kita.

Berbeda dengan kotak kaca kecil, aku masuk di dalamnya tanpa terasa. Beberapa waktu yang lalu kotak ini tak sekecil kini. Tapi sekarang semuanya merapat, membuatku mau tak mau hanya bisa meninggalkan diriku seorang diri saja di dalamnya. Memaksaku untuk menutup telinga, dan memejamkan mata. Karena mereka pun melakukan hal yang sama.

Kedua kotak kaca merengkuhku. Memaksaku tak beranjak, membuatku tak bergerak.

Dramatisasi 22

22 Maret adalah pertama kali aku turut serta mendramatisir datangnya tanggal 22.
Ini semua gara-gara ada promo Starbucks diskon 50% kalau kita beli pakai tumblrnya.
Bulan kemarin aku ga peduli, bulan kemarinnya lagi aku tak tahu apa-apa.
Entah kenapa bulan ini aku maksain minjem tumblrnya Achi buat ikutan beli.

Kenapa oh kenapa?

Ga tau sih..

Setiap jumat Asti and the gank punya kebiasaan Comebuy day. 
Tapi aku juga ga bergeming padahal harganya cuma Rp 20.000
Sampai akhirnya Buluk nanyain, " Kok Ma ga ikutan sih? Gapapa kan kasih hadiah untuk diri sendiri".
Hmmm.... iya juga yah...

Mungkin itu alasannya aku ikutan drama 22.
Kasih apresiasi untuk diri sendiri.
Toh diskon 50% juga ini, hehe.

Thursday, March 21, 2013

Memutar Waktu Lewat Lagu

Ada beberapa lagu yang menyimpan rindu*
Ada beberapa lagu yang mengusik rasa benci**
Ada beberapa lagu yang mengungkap penyesalan***
Ada beberapa lagu yang menyingkap kehampaan ****
Ada beberapa lagu yang mengulik kembali senyum dan tawa*****

Ini beberapa yang tersebut di atas:

* pulang - float (Lagu yang terus kau putar ulang saat kita pergi ke pantai)
** linger - the cranberies (Lagu yang selalu menemani saat aku mengurut urat sabar melihat ketidaksetiaanmu)
*** communication - the cardigan (Lagu yang kuputar saat menangisi kebodohanku berpikir bisa mempercayaimu)
**** we're all in the dance - Feist (Lagu yang membuatku merasa sangat kesepian. Karena aku marah, karena aku kecewa dan karena aku tau aku menginginkanmu)
***** Balada Joni dan Susi - Melancholic Bitch (Lagu ini saksi aku menaklukanmu, haha!)

Okay, aku akui aku sungguh le to the bay!

Penulis Alpa Menulis

Penulis kok menulis kalau diminta
Penulis kok lupa meletakkan tanda baca tepat di tempatnya
Penulis kok urung membaca
Penulis kok selalu menutup mata pada fenomena

Penulis kok malas mendokumentasikan segala rupa kenangan, cita, rasa dan yang lainnya dalam bentuk kata

Penulis macam apa itu?


*nangis di pojokan*