Wednesday, October 15, 2014

Kasih Pendapat Seenak Jidat

Dalam satu bulan, akan masuk masanya aku dengan sangat mudah memuntahkan semua hal yang ada di kepala tanpa pikir dua kali dan tanpa usaha mempertimbangkan kembali apa akibatnya nanti.

Dalam satu bulan, akan ada waktunya aku sangat berhati-hati mempertimbangkan setiap pemilihan kata hanya untuk merangkai sebuah kata, semata-mata agar semua yang mengucur dari mulut ini memiliki makna dan tidak menyakitkan hati.

Kali ini, aku sedang memasuki periode seperti yang tersebut pada poin pertama.


Sunday, October 12, 2014

Sarap-an

Dari mulai jaman sekolah aku jarang banget yang namanya sarapan.
Baru belakangan ini aja nyadar kalau ternyata yang melatarbelakangi kesarapanku kala pagi adalah ketidaksarapanku.
Gimana enggak sarap, perjuangan ke kantor (walaupun di angkot cuma tidur) bisa memakan waktu berjam-jam. Sampai kantor dihajar kerjaan yang datang tanpa basa-basi.
Habislah energi ini. Energi positif terutama.
Jadilah sekarang mulai membiasakan diri mengolah oat jadi makanan pagi supaya otak ga sarap lagi.
Menu hari ini:
Oats + low fat milk + banana + peanut butter + cinnamon
Abaikan bentuknya. Paling penting rasanya juara.

Thursday, October 2, 2014

Penyimpan Rahasia

Aku sering merasa tidak nyaman ketika berbincang dengan orang yang baru aku kenal.
Tapi seringkali yang terjadi....
Aku mencari orang yang tidak tahu apa-apa tentang hidupku, lalu aku menumpahkan semua hal yang ada di dalam benakku pada orang itu, si orang baru.
Atau aku bersusah payah mencari cara agar dapat berkomunikasi kembali dengan teman lama yang kini entah berada di mana.
Hanya untuk mengajaknya bicara tentang remeh temeh yang tak terlalu bermakna. Atau secuplik rahasia.

Terkadang lebih mudah bagiku untuk tidak berpura-pura pada orang yang tak terlalu sering berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada kepentingan di dalamnya.

Temanku tak banyak, satu dua saja yang bisa begitu sangat dekat dan hangat.
Kepada merekalah aku berbagi sebagian besar rahasia.
Sebagian kecilnya, kupercayakan pada orang baru entah siapa, atau kawan lama yang kini nyaris tak pernah lagi berjumpa.


Lagu Pesakitan

Mungkin aku sudah terlalu sering menuliskan hal ini.

Bahwa mendengarkan lagu tertentu bisa membuat perasaan hatiku menjadi begitu kelabu.
Bahwa mendengarkan lagu tertentu bisa membuatku kembali benci akan masa yang lalu.
Bahwa mendengarkan lagu tertentu bisa membangunkan kenangan yang susah payah kutinggalkan.
Bahwa mendengarkan lagu tertentu bisa menggiring air mataku berjatuhan tanpa alasan.
Bahwa mendengarkan lagu tertentu bisa memaksaku membuka laman-laman terlarang yang menyakitkan.
Bahwa mendengarkan lagu tertentu bisa membongkar banyak janji yang tak tertepati.
Bahwa mendengarkan lagu tertentu bisa menyuarakan kerinduan yang teramat sangat pada ketidaktentuan.
Bahwa mendengarkan lagu tertentu bisa menyemangati harapanku untuk mendengar hal yang tak mungkin terdengar...

Pun aku tetap mendengarkan lagu ini. Kuputar berulang. Kembali ke awal, lalu kuulang. Ulang. Terulang lagi. Kembali mengulang nada yang tak beda. Kembali mempersilakan datang sakit yang sama.

Lily Allen - Somewhere Only We Know